0 komentar

penulisan email efektif

Dalam percakapan, setidaknya ada kesamaan konteks tertentu di antara pihak-pihak yang bercakap. Misalnya kesamaan lokasi fisik, atau bahkan dalam percakapan telepon sekalipun, paling tidak ada kesamaan waktu. Jika kita membuat suatu tulisan pun, biasanya ada terkait konteks: tulisan tersebut misalnya prosiding suatu konferensi, ditulis di kartu ulang tahun, diserahkan kepada dosen bersama setumpuk tugas akhir mata kuliah milik mahasiswa lain, dsb.

Dalam email kita tidak dapat mengetahui tempat, waktu, kerangka pikiran, profesi, minat, atau seberapa penting seseorang bagi kita di masa yang akan datang. Ini salah satunya berarti, kita harus berhati-hati dalam memberi konteks kepada orang lain. Di bagian ini akan diberikan beberapa strategi pemberian konteks.
Baris Subjek yang Bermakna

Baris subjek yang berkaitan dengan isi email akan membantu orang beralih ke konteks yang sesuai sebelum membaca pesan email tersebut. Baris subjek haruslah singkat (karena banyak program email memotong baris subjek yang panjang), tidak perlu berupa kalimat lengkap, dan memberi petunjuk tentang apa kira-kira isi email ybs.

Subject: butuh 3 thrombo untuk Selasa

Chris - Saya perlu tiga thromblemeister untuk demo
Kamis di Boston. Perlu yang kidal, dan harus dipak
untuk dikirim Selasa malam.

Di sini baris subjek dengan baik meringkas inti terpenting pesan.

Jika suatu email merupakan balasan dari email lain, program email biasanya memberi Re: atau RE: di awal baris subjek (singkatan dari Regarding - Berkenaan Dengan). Jika program yang digunakan tidak memberi Re: secara otomatis, ada baiknya Anda tambahkan.

Subject: Re: butuh 3 thrombo untuk Selasa

Pat - saya ada dua thromblemeister yang sudah dipak
bekas demo minggu lalu, tapi satu lagi saya sedang
tidak ada yang berfungsi. Bisa ngga pakai dua kidal
dan satu yang untuk tangan kanan?

Untuk pesan yang kritis waktu, ada baiknya mengawali subjek dengan URGENT: (lebih-lebih kalau Anda tahu orang ybs menerima banyak email).

Subject: URGENT: butuh thrombo kidal

Saya *harus* dapat thromblemeister kidal satu lagi
untuk demo di Boston, untuk besok siang. Chris cuma
ada dua, dan saya perlu tiga. Chris sebetulnya *ada*
satu lagi kidal, tapi rusak, jadi kalau ada yang bisa
betulkan, atau kalau ada yang di lacinya punya
thrombo kidal, tolong ya...

Untuk permintaan (request), awalan REQ: bisa menunjukkan bahwa dibutuhkan respon:

Subject: REQ: serahkan thrombo

Permintaan Pat akan sebuah thromblemeister kidal
memunculkan 12 thrombo kidal berfungsi yang tergeletak
tak terpakai di sudut-sudut kantor. Tolong luangkan
waktu sejenak untuk melihat-lihat sekitar Anda kalau-
kalau ada thromblemeister (kidal *atau* kanan) yang
tidak lagi Anda pakai, dan kembalikan ke Chris.

Jika informasi yang Anda berikan dalam email tidak bersifat gawat dan tidak perlu dibalas, ada baiknya mengawali baris subjek dengan FYI: (For Your Information - atau UAK, Untuk Anda Ketahui), misalnya

Subject: FYI: ada donat di ruang istirahat

Peri donat tadi meninggalkan selusin donut di
ruang istirahat lantai bawah. Siapa duluan, dia
yang dapat!

"Mohon Informasi"

Tolong hilangkan kata "informasi" atau "information" dari baris subjek (atau bahkan dari seluruh pesan email). Sewaktu menjadi webmaster di Universitas Illinois, Urbana-Champaign, saya menerima banyak email seperti di bawah:

Subject: informasi

Mohon dikirim informasi tentang UIUC.

Bagi saya email seperti di atas amat tidak memberi petunjuk apa yang diinginkan si pengirimnya: apakah tenggat waktu penerimaan mahasiswa baru? Jumlah mahasiswa saat ini? Luas kampus? Jumlah bangunan? Yang diminta si pengirim dokumen cetak atau hanya URL? Karena itu satu-satunya yang bisa saya lakukan hanyalah membalas email itu dan meminta tambahan konteks. Akan jauh lebih baik jika email tadi ditulis seperti di bawah:

Subject: Sejarah UIUC

Apakah ada link tentang sejarah U of I?

Mengutip Tulisan

Jika hendak merujuk pada email sebelumnya, Anda harus mengutip secara eksplisit tulisan di email tersebut untuk memberi konteks.

Daripada hanya:

ya

Tulis:

> Bisa tidak spesifikasi untuk thromblemeister yang tangan
> kiri selesai Kamis nanti?

ya

Tanda lebih besar (>) adalah notasi yang paling umum dipakai jika seseorang ingin mengutip kata-kata orang lain di email sebelumnya; tapi program email yang Anda pakai bisa saja menambahkan karakter yang berbeda.

Meski jumlah kata dalam jawaban Anda cukup banyak, email sebelumnya kadang tetap perlu dikutip. Coba bayangkan jika misalnya di hari Senin Anda mendapat balasan dari email yang Anda kirim hari Jumat (tapi Anda sudah lupa).

Hal itu saya bicarakan hari kemarin, mereka bilang
ingin menunggu yang satu itu sebelum mengambil
keputusan.

Hah? Mungkin itu reaksi spontan Anda. Jauh lebih mudah mengerti email yang isinya seperti di bawah:

> Harga suku cadang Cobra sudah saya peroleh;
> Kalau jenis thrombelemeister-nya sudah dipilih,
> akan segera saya kerjakan.
> Bagaimana, sudah bicara belum dengan orang-orang
> Termo, apa ingin langsung dengan thrombo yang
> tangan kiri atau hendak menunggu yang tangan kanan
> dulu?

Hal itu saya bicarakan hari kemarin, mereka bilang
ingin menunggu yang satu itu sebelum mengambil
keputusan.

Email terakhir jauh lebih baik daripada yang pertama, tapi mengandung terlalu banyak konteks. Tiga baris pertama tidak ada hubungannya dengan pertanyaan yang dijawab. Yang perlu Anda kutip hanyalah baris-baris secukupnya untuk memberi konteks, jangan berlebihan. (Peter Kimble, guru komputer SMA saya, sekarang memberi patokan bahwa minimal separuh jumlah baris dalam email haruslah jawaban sendiri.)

Jadi Anda cukup mengutip pertanyaan yang hendak dijawab:

> Bagaimana, sudah bicara belum dengan orang-orang
> Termo, apa ingin langsung dengan thrombo yang
> tangan kiri atau hendak menunggu yang tangan kanan
> dulu?

Hal itu saya bicarakan hari kemarin, mereka bilang
ingin menunggu yang satu itu sebelum mengambil
keputusan.

Hilangkan Kata Ganti

Konteks di atas cukup, tapi jawabannya masih agak sulit dipahami. Ada satu pedoman yang baik, yaitu meneliti penggunaan kata ganti di tiga kalimat pertama. Jangan gunakan kata ganti bila tidak merujuk ke sesuatu yang dinyatakan tersurat (eksplisit) dalam email. Contoh di bawah mengganti kata ganti hari kemarin dan yang satu itu.

> Bagaimana, sudah bicara belum dengan orang-orang
> Termo [ingin yang tangan kiri/kanan?]

Saya bicara dengan mereka hari Rabu yang lalu,
menurut mereka thromblemeister yang tangan
kiri mungkin bisa dipakai, tapi mereka ingin
melihat yang tangan kanan dulu sebelum mengambil
keputusan.

Jawaban kini jelas dan spesifik. Dan karena jawaban tersebut mengandung rujukan yang tersirat namun jelas ke sesuatu di pesan sebelumnya, jumlah yang perlu dikutip dari pesan sebelumnya menjadi lebih sedikit. Pesan seperti inilah, yang sebagian besar konteksnya ada di badan email yang Anda tulis (bukan di kutipan), yang paling mudah dimengerti. Sayangnya, menulis pesan begini yang paling memakan waktu.

Untuk mengutip sesuatu di tengah paragraf, atau meloncati beberapa baris, cukup masukkan yang perlu saja dan hilangkan sisanya dengan menyisipkan "[...]" sebagai ganti. Parafrase (kalimat yang disusun ulang) juga bisa ditulis dalam kurung siku seperti contoh di atas.

Jika pesan email yang Anda tulis tidak penting sehingga Anda merasa tidak perlu menghabiskan waktu memotong-motong pesan sebelumnya, masukkan kutipan keseluruhan pesan tersebut sesudah jawaban Anda, jangan sebelum. Kutipan yang ditaruh di akhir tidak perlu dilihat oleh pembaca kecuali mereka tidak mengerti konteks jawaban Anda.
read more
0 komentar

Email Email about Email

1. Jelaskan perbedaan mailbox post dengan mailbox email (3 perbedaan) !
2. Sebutkan 5 etika yang dapat digunakan dalam membuat atau berkirim email !
3. Sebutkan berapa cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh email !
4. Sebutkan beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih layanan email ! (min 5)
5. Jelaskan perbedaan email berbasis POP3 dengan email berbasis web !

1. Perbedaan mailbox post dan mailbox email :
a. Kunci mailbox post sewaktu-waktu dapat digandakan atau dirusak dengan mudah ,tetapi User ID dan password e-mail tidak akan mudah dilacak walau secara fisik hanya merupakan kumpulan dari karakter.
b. Pada mailbox di kantor pos bentuk fisiknya nyata yaitu berupa kotak penyimpanan, pada mailbox bentuk fisiknya dalam bentuk maya.
c. Waktu pengiriman surat melalui pos memerlukan waktu yang cukup lama, pada e-mail waktu pengiriman hanya beberapa detik saja.
(http://wss-id.org/blogs/mustika_p_sby/archive/2007/09/24/persamaan-dan-perbedaan-mailbox-pos-dengan-mailbox-e-mail.aspx dan http://riki128.multiply.com/journal?&page_start=20)


2. Etika dalam berkirim email :
1.Gunakan email kantor hanya untuk kepentingan pekerjaan
Jika Anda mempunyai account email kantor, hanya gunakan untuk pesan-pesan yang berhubungan dengan urusan pekerjaan. Hindari menggunakan email kantor untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, dan terutama urusan pribadi yang berhubungan dengan pencarian kerja. Menggunakan email kantor untuk urusan pribadi adalah salah satu bentuk pencurian. Beberapa perusahaan seringkali mengecek penggunaan email kantor pada karyawannya.
2. Jangan terlalu banyak menggunakan emoticon
Beberapa orang memang menyukai, namun ada juga yang tidak menyukai. Batasi pengunaannya sampai Anda benar-benar tahu karakter pembaca email Anda.
3. Gunakan bahasa yang formal dalam mengirim pesan
Meski email dirasa kurang formal dibanding surat konvensional, Anda harus tetap memperhatikan tata bahasa yang baku saat mengirim surat atau dokumen untuk urusan pekerjaan.
4. Jangan mengirim spam
Tidak ada seorang pun yang menyukai spam. Jika Anda mengirim spam, Anda bisa kehilangan kredibilitas profesionalisme
5. Buat catatan tentang surat Anda
Buat file terpisah di hard copy. Anda tidak pernah tahu,masalah bisa terjadi kapan saja. Jadi siapkan diri Anda.
6. Hargai pilihan orang lain dalam berkomunikasi
Sebagian orang ada yang suka berkomunikasi dengan email. Namun, ada pula yang tidak
7. Gunakan kolom subject secara bijaksana
Beri judul atau rerferensi tentang topik pesan pada kolom subject diformat email Anda.
8. Balas email tepat waktu
Beberapa orang lebih santai dalam membalas email dibanding bentuk korespondensi lainnya, jaid hati-hati jika pengirim menginginkan yang sebaliknya.
9. Batasi pesan Anda hingga satu layar saja
Jika memungkinkan pesan tidak melebihi satu layar saja. Pesan yang singkat dan padat akan menghemat waktu pembaca.
10. Gunakan program anti virus untuk menyaring email
Meski kontak dari orang-orang yang kita kenal bisa membawa virus yang bisa merusak komputer, dan mungkin secara tidak sadar Anda mentransfer email itu ke orang lain. Untuk jaga-jaga, cek email yang baru masuk sebelum Anda membukanya.
(http://www.karir-up.com/2008/02/etika-berkirim-email/)

3. Cara memperoleh email :
 Berbayar : www.parked,com (http://yuswono.web.id/sukses-mendaftar-di-parkedcom.html)
 Gratis : (http://ooyi.wordpress.com/2006/12/23/mendapatkan-email-gratis/)
• Mail.ru ,
• NetTaxi
• Polbox,
• Riftwar,
• SoftHome
• Telebot (+voicemail),
• TelkomMail
• Tfz.net,
• Tomcat
• Tonghua,
• Tutorial
• 163 Net
• 2BMail
• 5Start
• 888.nu
• AlloyMail
• AmexMail
• Altavista
• Angelfire
• Anti-social
• ApexMail
• ArcadeMaster
• Artic.net
• Asian City
• AstrosFan
• Backpackers
• BaseMail (Portugis)
• BBoy.com
• Bellsouth
• BigAssMail
• BimaMail
• Biz.st
• Busymail

4. faktor memilih email : berdasarkan lamanya umur email tersebut, iklan yang mensponsori, kapasitas penyimpanan, kelebihan penyediaan email, kemudahan dalam mengakses, dan kelengkapan fasilitas.

5. perbedaan email berbasis web dan POP3 :
1. Email berbasis pop3 dapat dibuka hanya oleh komputerpemakai,sedangkan emai berbasis web, bisa dilihat oleh siapa sajayang sedang mengakses internet

2. Melalui email berbasis pop3 akses internet pada saat mengirim danmenerima dapat dikurangi, sedangkan pada email berbasis web aksesinternet tidak boleh sampai putus saat akses email, mulai darimengirim sampai menerima

3. Melalui sistem pop3 kita dapat membaca email secara offline tanpaharus tersambung dengan layanan internet, sedangkan email secara web harus tetap tersambung dengan internet walaupun membaca.

4. Untuk menggunakan email berbasis pop3 kita perlu tersambung secaralangsung pada jaringan atau penyedia layanan ,dan perlu memilikiaplikasi mail client.sedangkan melalui email berbasis web. Setelah tersambung ke Internet lewat jaringan atau penyedia layananInternet, kita dapat mengarahkan browser web komputer kita ke webyang menyediakan jasa email web, seperti dan masuk ke akun kita

(http://westalah.blogspot.com/2007/12/email-berbasis-web-dan-email-berbasis.html)
read more